widgets

Minggu, 17 November 2013

Suka Duka Menjadi Seorang Penulis Pemula

Bila mendengar cerita para penulis hebat, rasanya ingin cepat hebat seperti Mereka. Terkenal dan menikmati royalty buku yang luar biasa. Belum lagi bila meminta mereka untuk menjadi pembicara. Harus jauh-jauh hari memintanya. Ditambah lagi honor pembicara yg sudah terkenal akan jauh berbeda dengan yang belum. Mereka biasanya sudah memiliki manajemen yang baik dan profesional.
Menjadi seorang penulis ada suka dan dukanya. Buat anda yang masih pemula dalam dunia kepenulisan nikmati saja prosesnya. Tidak mudah menjadi seorang penulis. Perlu perjuangan ekstra untuk bisa eksis. Bahkan harus sedikit narsis agar orang tahu kalau kita adalah seorang penulis,
Kebanyakan para penulis pemula ingin cepat sukses dan terkenal. Mereka lupa bahwa untuk bisa menjadi penulis terkenal harus ada karya tulis yang mencerahkan untuk orang banyak. Para pembaca menyukai tulisannya, dan berbondong-bondong pergi ke toko buku untuk membelinya.

Inilah Kesalahan (yang) Sering Dialami Penulis Muda

Menulis cerpen (baca : cerita pendek) itu mudah bagi siapa pun. Apalagi bagi yang hobi dan menyukai dunia tulis menulis. Entah, menulis buku diary, jurnal maupun blog. Tidak perlu menunggu berjam-jam cerpen itu untuk selesai. Toh, hanya hitungan satu jam cerpen itu pun langsung jadi! Tanpa diedit maupun direvisi ulang kembali. Kalau begitu mudah bukan menulis cerpen itu!
Sayangnya, ketika kita menulis sebuah karya tulis fiksi bernama cerpen itu. Kadang kala kita sering melupakan ketentuan-ketentuan mutlak yang ada di dalam unsur cerpen itu. Entah, itu unsur intrinsik maupun ekstrinsiknya. Tapi kali ini saya akan membahas unsur ekstrinsik saja dalam sebuah cerpen yang mana sering kali dilakukan oleh para penulis muda (pemula). Atau, yang baru menekuni dunia tulis menulis ini.
Dan kesalahan inilah yang sering terjadi dialami oleh penulis muda (pemula). Kesalahan yang terus diulang-ulang ketika mereka menulis cerpen yang sudah dihasilkan. Mau tahu apa saja yang dilakukannya. Simak baik-baik dan semoga bermanfaat dan berguna!

Jurnalistik Sekolah? Penting Gak Sih?

Bagi sobat aksi yang hobi membaca, pasti sudah nggak asing lagi dong dengan istilah jurnalistik. Oke, bagi yang belum tahu atau belum familiar dengan istilah itu, informasi-informasi yang sobat aksi dapat dari membaca koran, menonton televisi, atau berselancar di  internet, itulah jurnalistik. Nah, pertanyaanya, penting gak sih ilmu jurnalistik itu diterapkan di sekolah? Trus, manfaatnya apa?
Hmm…ada banyak komentar yang disampaikan sobat aksi. Tapi, rata-rata mereka setuju kalau jurnalistik itu penting diterapkan di sekolah. Indri Karina, misalnya, siswi yang masih bersekolah di Kota Sampit ini bilang kalau jurnalistik itu sebagai satu bagian dari ilmu komunikasi massa yang dalam praktiknya punya arti penting dalam usaha melancarkan sistem komunikasi antar manusia di dunia ini. “Jadi, menurut saya jurnalistik sekolah itu penting,” kata Indri.

Cara Membuat Proposal

Cara Membuat Proposal

Tapi sebenarnya apa itu proposal? Proposal sendiri merupakan sebuah tulisan yang dibuat oleh si penulis dan bertujuan untuk menjelaskan sebuah tujuan kepada si pembaca baik itu individu atau sebuah perusahaan, sehingga mereka mendapatkan pemahaman tentang tujuan yang lebih mendetail. Diharapkan si pembaca mendapatkan informasi yang sangat jelas agar akhirnya tercipta tujuan untuk mendapatkan visi dan misi yang sama.
Cara Membuat Proposal Yang Baik Dan Benar

Cara Membuat Pidato

Cara membuat dan Contoh Pidato - Inilah cara membuat atau menyusun Pidato beserta contoh-nya, namun sebelum itu mari kita pahami dulu apa itu pengertian pidato. Menurut wikipedia Pidato adalah sebuah kegiatan berbicara di depan umum atau berorasi untuk menyatakan pendapatnya, atau memberikan gambaran tentang suatu hal. Pidato biasanya dibawakan oleh seorang yang memberikan orasi-orasi, dan pernyataan tentang suatu hal/peristiwa yang penting dan patut diperbincangkan.

Secara umum tujuan adalah  melakukan satu atau beberapa hal berikut ini :

Minggu, 13 Oktober 2013

Materi Bahasa Indonesia Kelas XI

1. MEMBACAKAN BERITA

Membacakan berita dapat menjadi suatu pengalaman yang menyenangkan bagi sang pembaca dan pendengarnya jika pembacaan dilakukan dengan baik. Untuk dapat menjadi pembaca berita yang baik perlu berlatih:
1. lafal dan pengucapan yang jelas;
2. intonasi yang benar;
3. sikap yang benar.
Dalam menyampaikan berita, intonasi dapat menimbulkan bermacam arti. Keras lambatnya suara atau pengubahan nada, dan cepat lambatnya pembacaan dapat digunakan sebagai penegasan, peralihan waktu, perubahan suasana, maupun perenungan.
Dalam membacakan berita hendaknya diutamakan pelafalan yang tepat.
Gerak-gerik terbatas pada gerak tangan, lengan atau kepala. Segala gerak tersebut lebih banyak bersifat mengisyaratkan (bernilai sugestif) dan jangan berlebihan. Untuk menimbulkan suasana khusus yang diperlukan dalam pembacaan, suara lebih efektif dengan didukung oleh ekspresi wajah. Air muka (mimik) dan alunan suara yang pas lebih efektif untuk meningkatkan suasana. Senyum atau kerutan kening juga dapat membantu penafsiran teks.
Perhatikan pula kontak pandangan Anda dengan pendengar (penonton), terutama bila membacakan berita melalui media televisi atau kontak langsung dengan pendengarnya.Jadi, membaca berita adalah menyampaikan suatu informasi atau berita melalui membaca teks berita dengan lafal, intonasi, dan sikap secara benar

Minggu, 29 September 2013

MACAM MACAM MAJAS(GAYA BAHASA)

MACAM-MACAM MAJAS (GAYA BAHASA)

1. Klimaks
Adalah semacam gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal yang dituntut semakin lama semakin meningkat.
Contoh : Kesengsaraan membuahkan kesabaran, kesabaran pengalaman, dan pengalaman harapan.
2. Antiklimaks
Adalah gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal berurutan semakin lma semakin menurun.
Contoh : Ketua pengadilan negeri itu adalah orang yang kaya, pendiam, dan tidak terkenal namanya
3. Paralelisme
Adalah gaya bahasa penegasan yang berupa pengulangan kata pada baris atau kalimat. Contoh : Jika kamu minta, aku akan datang